Coucou semua?? Lagi bingung yah mencari materi buat mengerjain tugas sejarah? Tenang kawan, gak usah sedih, gak usah bingung, gak usah pusing di sini kita akan belajar bareng.. Kita bisa saling melengkapi, saling sharing, ya Teman :)
Menurut buku-buku yang aku baca dan berdasarkan ilmu yang aku dapet waktu dijelasin sama guru sejarah tentang Bagaimana Kronologi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya, banyak terselip kejadian-kejadian yang penting seperti proses perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Nah, supaya lebih jelasnya baca yah, postingan dibawah ini :D Selamat menikmati :) Mohon kritik dan sarah yang bersifat membangun !
“Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
- Perumusan naskah proklamasi kemerdekaan
Pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 23.00 WIB, rombongan Soekarno-Hatta tiba di Jakarta. Semula tempat yang dituju hotel Des Indes (sekarang kantor duta Indonesia), tetapi dari pihak hotel tidak diperkenankan melakukan kegiatan apapun selepas pukul 22.30 WIB. Sementara rombongan tiba pukul 23.00 WIB, kemudian Ahmad Soebarjo meminjam tempat kepada orang Jepang yang bersimpati kepada bangsa Indonesia, yaitu rumah Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol No.1 Jakarta. Rumah Laksamana Maeda digunakan untuk pertemuan karena dianggap tempat paling aman dari pengawasan pemerintah Jepang yang tidak mungkin untuk dicurigai. Penyusunan naskah mengambil tempat diruang makan. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebarjo menyusun naskah tersebut disaksikan oleh tiga eksponden kelompok pemuda, yaitu Soediro, Sukarni, dan BM. Diah, sementara yang lain menunggu di serambi muka. Laksamana Maeda sebagai orang Jepang yang tidak mau dianggap ikut campur, lalu pergi ke kamar tidur dilantai atas rumahnya.
Sekitar pukul 04.00 WIB tanggal 17 Agustus penyusunan selesai, menghasilkan konsep proklamasi yaitu :
o Kalimat pertama buah pikiran dari Ir. Soekarano dan Ahmad Soebarjo yang diambil dari pembukaan UUD 1945, merupakan pernyataan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
o Kalimat kedua oleh Moh. Hatta yang ditujukan kepada pemerintah Jepang.
Diruang tamu konsep tersebut dibacakan dan dimusyawarahkan dengan semua yang hadir. Pada saat itu muncul persoalan, diantaranya :
a. Moh. Hatta mengusulkan agar semua yang hadir menandatangani naskah tersebut.
b. Chaerul Shaleh menyatakan ketidaksetujuannya jika yang menandatangani anggota PPKI.
c. Sukarni menyarankan naskah tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia, karena kedua tokoh tersebut telah dikenal sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Semua hadirin langsung menyetujuai usul Sukarni.
Kemudian naskah tersebut di serahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik berdasarkan tulisan tangan Soekarno. Naskah tersebut kemudian mengalami perubahan kata, yakni tempoh diganti tempo, wakil-wakil bangsa Indonesia menjadi atas nama bangsa Indonesia, dan tanggal juga diubah dari Djakarta, 17 - 8 - 45 menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ’05. Tahun ’05 ini berdasarkan tahun Showa, yaitu tahun 2605 yang sama dengan tahun Masehi 1945. Naskah yang telah diketik oleh Sayuti Melik merupakan naskah yang otentik (resmi), karena telah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta. Naskah inilah yang nantinya dibaca pada upacara tanggal 17 Agustus 1945. Sedangkan naskah hasil tulisan tangan Ir. Soekarno disebut naskah konsep. Sekitar pukul 04.30 WIB pagi hari, para tokoh meninggalkan rumah Laksamana Maeda.
- Pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia
Sebelumnya, direncanakan bahwa pembacaan naskah proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada. Kemudian para pemuda membagi tugas untuk memberitahukan proklamasi, mereka menyebar luaskan dengan pamphlet maupun pengeras suara mobil ke segala penjuru Jakarta. Keesokan harinya, masyarakat berbondong-bondong membanjiri Lapangan Ikada. Rupanya pihak Jepang telah mengetahui adanya kegiatan dilapangan Ikada, akhirnya Jepang menjaga ketat Lapangan Ikada dengan senjata lengkap. Kemudian Soedira melaporkan kepada dr. Moeardi (kepala keamanan rumah Ir. Soekarno) mengenai keadaan di Lapangan Ikada. Untuk menghindari bentrokan dengan tentara Jepang, Ir. Soekarno bersama para pemuda menyepakati bahwa pembacaan naskah proklamasi dialihkan kehalaman rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Eiitss.. masih ada lanjutannya looh... Disini nih, Click yuuk..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar